Elisnaaa Photography

Standard

Well, inilah beberapa foto karya Kak Elis untuk saya. Selamat mengapresiasi 🙂

1. Pastel Colors


2. Soft Afternoon


3.Bright – Exposure


4. Warm Forest


5. Details

Advertisements

Resep Cheevon Banana Cake (Bolu Pisang)

Standard

Hallo reader, kali ini saya akan berbagi resep sederhana untuk membuat bolu pisang yang volumetrik hoho. Bolu pisang ini bisa enak banget, tapi salah-salah resep malah jadi eneg.

Oke berikut ini resep yang saya buat, have a nice reading! 🙂
Bahan A:

– 3 putih telur

– 1/2 sdt vanili

– 1 sdt garam

– 100 gram gula pasir

Bahan B:

– 3 kuning telur

– 1/2 sdt garam

– 1 sdt baking powder

– 5 buah pisang ambon

– 100 gram gula pasir

– 90 gram tepung terigu

– 60 gram mentega cair

– 40 gram minyak goreng
PROSEDUR

1. Campurkan bahan A, kocok dengan kecepatan rendah selama 5 menit, kemudian ubah pada kecepatan tertinggi sampai adonan putih telur mengembang membentuk buih, kaku, dan tidak tumpah saat adonan dibalik. Sisihkan adonan A.

2. Buat adonan B, kocok kuning telur, gula pasir, garam, dan baking powder. Gunakan speed tinggi dan kocok hingga pucat. Masukan sedikit demi sedikit pisang ambon yang telah dihaluskan sebelumnya menggunakan garpu. Setelah tercampur rata, masukan terigu yang telah diayak sebelumnya. Dan terakhir masukan mentega dan minyak goreng secara perlahan pada adonan. Dan matikan mixer setelah tercampur rata.

3. Campurkan adonan A ke adonan B secara perlahan diaduk dan dibalik sampai menghasilkan tekstur akhir adonan campuran yang berbuih. Selagi mencampur adonan, pananskan oven atau pun baking pan, gunakan api kecil (jika menggunakan kompor), jika menggunakan oven listrik gunakan suhu 180 ‘C

4. Masukan adonan campuran pada loyang yang telah dilumuri mentega dan terigu sebelumnya.

5. Panggang adonan dengan api kecil selama kurang lebih 30 menit, dan tusuk dengan garpu atau pun ujung sendok untuk mengecek apakah bagian dalam adonan sudah matang atau belum. Jika belum, maka akan ada adonan yang teksturnya masih basah dan menempel pada garpu. Dan setelah api dimatikan, jangan langsung membuka pan, tunggu hingga suhu pan hampir mendekati suhu ruang (ditandai dengan ttup pan yang berembun. Cake siap disajikan dalam keadaan hangat.

Well, karena saya anak peternakan, jadi di akhir resep saya hendak memberi info sekaligus mengingat-ingat materi kuliah ya 🙂

1. Mengapa saat pengocokan putih telur harus diawali dengan speed rendah dan diikuti dengan speed tinggi?

Alasannya karena speed rendah berfungsi untuk memecah struktur protein menjadi lebih sederhana sehingga dapat membentuk buih-buih (dispersi koloid fase gas dalam fase cair) sebanyak mungkin, kemudian speed dinaikan menjadi sangat tinggi untuk memperbesar ukuran buih pada adonan. Buih dapat terbentuk dari pengocokan putih telur (albumin) akibat terdapatnya senyawa berupa beberapa protein yang mempunyai kemampuan dan fungsi yang berbeda-beda.

Ovomucin mampu membentuk lapisan atau film yang tidak larut dalam air dan dapat menstabilkan buih yang terbentuk. 

Globulin mempunyai kemampuan untuk meningkatkan kekentalan dan menurunkan kecenderungan pemisahan cairan dari gelembung udara juga dapat menurunkan tegangan permukaan, sehingga membantu tahapan pembentukan busa. Untuk membentuk gelembung udara yang kecil, banyak, dan lembut diperlukan tegangan permukaan yang rendah.

Sedangkan, ovalbumin adalah protein yang dapat membantu membentuk busa yang kuat.

2. Apa fungsi pembentukan buih pada adonan cake?

Untuk menghasilkan cake yang mengembang (tidak bantat) secara teknis atau perlakuan fisik dan tentunya dapat didukung dengan perlakuan kimiawi seperti penambahan bahan tambahan pangan (BTP) yang dapat ditambahkan sesuai ADI (Acceptable Daily Intake) yang dapat dicari di google.

3. Mengapa kuning telur ditambahkan pada adonan B bukan pada adonan A?

Karena kuning telur (yolk) memiliki sifat fisikokimia sebagai emulsifier yang dapat menyatukan air dan minyak. Pada adonan B terdapat penambahan pisang dan gula pasir yang memiliki kandungan air serta penambahan mentega cair dan minyak sehingga yolk dapat membantu menyatukan dua zat tersebut karena memiliki sisi hidrofilik dan lipofilik.

4. Mengapa sesaat setelah matang, baking pan jangan langsung dibuka?

Karena jika mengalami shock suhu, maka cake akan kempes. Biarkan suhunya turun hingga mendekati suhu ruang, barulah cake dibuka sehingga tidak mengalami shock lingkungan.
Have a nice reading mommies and ladies, semoga bermanfaat 😉

Make Up Tips and Learning about Make Up Brushes

Standard

Hello blog reader, kali ini saya mau menulis tentang meramu wajah ala-ala. Oke jangan kecewa ya ahahah ini tips dari seorang amatiran yang otodidak.

1. Lakukan perawatan wajah

Mau ga mau kamu harus melakukan perawatan karena kulit kita sudah tidak seperti kulit bayi karena terpapar radiasi matahari juga polusi. Ya mungkin masih ada lah ya yang kulitnya mulus tanpa diapa-apain tapi mungkin 1 dari 10 atau dari 20 dan Tuhan tidak menciptakan sama semua seperti itu kan, jadi ya wayahna harus merogok kocek. Kalau saya sendiri paling cuma pake day – night cream dan pencuci wajah dan sesekali maskeran (harusnya sih rutin).

Wajah tanpa make up, baru cuci muka aja

2. Kenali karakter wajah dan kulitmu

Nah ini dia, kamu harus belajar menganalisis wajahmu sendiri. Kalau saya, yang paling dominan dari wajah saya adalah alis yang terlalu tebal dan mata yang beler 😂 untuk itu saya meminimalisir penggunaan riasan di mata sebenarnya karena jika terlalu banyak mengaplikasikan riasan di mata hasilnya malah akan terlalu menor. Namun karena mata saya yang beler, untuk aplikasi daily make up, saya menggunakan 2 opsi, kalau tidak menggunakan eye liner saya menggunakan soft lense.

Nah itu foto di atas contoh make up menor. Tapi ga masalah lah ya kalo buat acara pesta tapi jangan sampai ke up seperti ini diterapkan sebagai daily make up, karena bukannya cantik yang akan kamu dapatkan, tapi malah kayak bencong mau ngamen 😂

Nah, setelah karakter wajah, kamu juga harus tahu warna kulitmu, apakah dia itu lebih pink atau kuning. Untuk orang dengan warna kulit kuning sebenarnya cocok menggunakan warna bedak atau foundation apa pun, tapi lain halnya dengan orang dengan warna kulit pink. 

Saya sendiri memiliki warna kulit jenis pink yaitu warna kulit untuk orang sawo matang. Dan ladies, menurut saya sih, kamu yang memiliki warna kulit ini jangan menggunakan bedak warna putih atau pun coklat. Kalo kita tanya-tanya ke tukang kosmetik pasti sarannya sama, memilih warna bedak 1 tone lebih gelap dari warna kulit kita. Tapi dari hasil yang saya aplikasikan, mengikuti tips itu malah menghasilkan riasan yang ga banget. Nah saya sebenernya ga sengaja, nyoba warna bedak yang cenderung kuning, dan hasilnya menurutku paling cocok teraplikasi di wajah. Kalau pake warna bedak yang cenderung pink lagi atau putih justru malah kayak numpang.

Untuk foundation, saya sebenernya menggunakan warna yang agak pink (karena salah beli), saya menggunakan foundation dari Make Over nomor 02 (pink shade) nah cuma untuk bedaknya, saya pake La Tulipe Two Function Cake nomor 03 (recommended banget!). Dan karena alis saya hitam legam, itu membawa efek ga cocok menggunakan lipstik warna-warna soft, karena akan numpang dan aneh, tapi jangan juga pakai warna lipstik yang too bold atau dark, karena akan terkesan tua hasilnya, makanya saya selalu pakai warna yang menyala tapi redup, sekarang sih lagi ngerasa cocok banget sama mate colorshow warna cherry on top (no 203) dari Maybelline.

Warna kulit kamu juga sangat mempengaruhi pemilihan warna softlense yang harus kamu gunakan. Kalo kamu seperti saya dengan alis hitam tebal dan warna kulit ga putih, warna brown hazel itu beneran ga akan cocok deh. Kamu lebih baik pilih warna hitam, navy, atau grey, warna itu akan lebih menyatu dengan karakter wajahmu.

3. Gunakan alat bantu untuk merias wajah

Nah ini dia, saya baru-baru ini mencoba dan hasilnya ternyata berbeda nyata. Kadang banyak orang yang enggan menggunakan foundation atau BB cream karena biasanya akan jerawatan, sebenarnya itu karena salah dalam mengaplikasikan. Umumnya kita mengaplikasikasikan foundation langsung menggunakan tangan, sebaiknya menggunakan kuas, sponge dropper, atau sikat wajah. Kalau saya sendiri, lebih enak mengaplikasikannya menggunakan egg sponge dropper seperti ini, soalnya praktis.

Bagian tumpul kamu gunakan untuk meratakan foundation pada permukaan wajah yang luasannya besar sedangkan bagian yang lancip kamu gunakan untuk bagian-bagian bersudut seperti samping dan bawah hidung atau pun ujung dan bagian bawah kelopak mata.

Nah untuk mengaplikasikan riasan lainnya, saya lebih memilih kuas naked 5 (kw sih wqwq) dengan jenis-jenisnya yang tidak terlalu sulit untuk dihafal.

Awalnya saya hanya mengaplikasikan bedak menggunakan puff nya saja, namun untuk menghasilkan permukaan yang rata, penggunaan puff menghasilkan riasan yang terlalu tebal seperti ini.

Tapi langsung mengaplikasikan bedak menggunakan brush ternyata hasilnya kurang bagus juga seperti ini.

Dan ternyata setelah saya kolaborasikan pengunaan puff dan brush, hasilnya paling optimal sih, seperti ini.

Dan untuk memberikan tambahan riasan supaya pink-pink di pipi, saya lebih suka menggunakan lipstik dari pada blush on, itu tips make up ala gadis-gadis korea. Tapi tetep ya ladies, bedakan bagian lipstik yang biasa kamu aplikasikan untuk bibir dan untuk pipi.

Kalau kamu punya bronzer bisa kamu aplikasikan untuk membentuk kontur wajah sebelum menggunkaan perona pipi. Untuk kontur, kamu bisa menarik garis dari telinga menuju bibir, sedangkan untuk perona pipi bisa kamu lakukan dengan menarik garis dari atas telinga menuju ke arah hidung dan tambahkan sedikit di bagian dagu.

4. Perbanyak referensi

Dalam mempelajari apapun, semakin banyak sumber, maka semakin banyak ilmu dan inspirasi. Kamu bisa baca dari web, nonton video make up di you tube atau pun di instagram.

Well cuma segitu postingan kali ini, semoga bermanfaat ya ladies 🙂

Bercita-cita Menjadi Orang Baik

Standard

Waaw lama iis ga nulis di blog nih. Yaps, jangan diketawain ya kalo anak badung punya cita-cita tinggi kayak gini. Kan pas esde diajarin gantungkanlah cita-citamu setinggi langit toh. Gue banyak belajar selama sekolah di kampus ini. Banyak belajar dari temen, haters, sohib, mantan, hts, gebetan, dan semuanya yang hadir di hidup gue. Kalaulah gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, maka manusia haruslah meninggalkan kesan baik. Well, belajar menjadi pengamat seseorang yang ketika dia sudah pergi dari lingkaran kehidupan gue saat ini, dan yang gue inget tentang dia hanyalah kesan baiknya. Baik pada orang tua, teman, anak-anak, pedagang, haters, dan juga hewan. Kalaulah banyak orang yang ilmu agamanya lebih tinggi, tapi sedikit sekali orang yang mengamalkannya untuk berakhlak agama. Menjadi orang baik yang dimulai dari sederhananya sebuah sunggingan senyum. Tentang tidak membenci orang, tentang tidak berburuk sangka, tentang sabar, dan sederhana. Aku terpana. Wqwq. Udah deh gitu aja. Mageur ngetik banyak.

#pesanbapak “Anak itu Amanah dari Allah”

Standard

(On phone)

M: Kok mamah bingung ya, padahal mamah yang doain setiap hari, pas dikabulin Allah kok sedih

I: Jangankan mamah, teteh juga sedih

M: Mamah juga, besarin teteh dari bayi terus asa ga ikhlas kok udah mau diambil orang aja

I: Teteh juga sama, teteh perasaan masih bayinya mamah, teteh juga takut

M: Pak, bapak ridho kalo anaknya cepet diambil orang terus ga sempet ngebales apa yang bapak kasih?

B: Eh.. ngomongnya jangan kemana mana. Anak itu amanah Allah, emang itu kewajiban buat ngebesarin, ngasih ilmu, ngasih biaya. Ga usah ada yang diganti.

M: Iya, mamah mah ikhlas aja, kalo bapak ikhlas. Kan bapak yang nyari uang buat ngebesarin anak-anak.

M: (lanjut bercanda) Teh awas ya kalo ga bales budi, ga bales semua uang yang dikasih orang tua.

B:Ehh kan kan, anak itu cuma sebatas tugas yang dikasih ke kita buat dijaga baik-baik. Kalo udah mau ada yang ngambil yaudah ikhlaskan, berarti Allah ngasih tugasnya sampai di situ aja.

M:Heureuy atuh pak (translate: bercanda paaak)

I: Ih kan drama, jangan ngomong gitu. Ntar teteh nangis. Satu pesen dari teteh ya mah pak. Jangan pilihkan orang untuk teteh karena parameter duniawinya. Mau dia se kaya apa pun. Ga ada artinya. Uang bisa dicari, kalo pas rumah tangga ga ada beras juga ga mungkin jadi ibu-ibu yang diem aja, pasti bantu suami. Teteh nggak sholehah, tapi teteh pengen surga, jadi teteh butuh orang yang nuntun teteh ke sana.

M: Iya lah, uang mah bisa dicari bareng-bareng dari nol.

I: Teteh mau orang yang minimal setara, dan kalau bisa jauh di atas teteh. Kalau lah teteh paham ilmu tajwid, izinkan teteh menanyakan hal itu. Kalaulah teteh ga sentuhan saat salaman, izinkanlah teteh untuk dapat yang seperti itu. Kalaulah teteh pernah ngaji kitab kuning, izinkanlah teteh untuk menanyakan hal itu juga. Emang bukan itu yang dicari, tapi setidaknya ada parameter hitung. Tapi akhlak yang utama. Gimana solatnya, sikapnya. Itu yang bener-bener ditakutin.

B: Gausah takut, gausah banyak pikiran. Teteh anaknya bapak, tanggung jawabnya bapak. Bapak yang hadepin semuanya. Teteh mah santai aja.

#speechless

Standard

[MENIKAH]

Menikah, tentu kita tidak bisa menyamakan sudut pandang setiap orang, meskipun saudara kembar atau orang tua. Bagi sebagian orang, lebih cepat, lebih baik karena menghindarkan diri dari zina. Sebagian orang berpikir mengenai kemapanan, ah tapi kamu akan mengalami bagaimana rasanya tidak tertarik pada orang dengan penghasilan tinggi jika memang kecenderungan enggan muncul juga. Atau tentang seorang rupawan, yang kadang menarik matamu. Bukan juga.
.
.
Mungkin gadis-gadis seringkali bercanda dengan ucapan ingin dijodohkan dengan “pengusaha muda, kaya, ganteng, lembut, dan sholeh”. Waw emangnya ada? Adaaa…. tapi ternyata wahai gadis, ketika tiba-tiba ada sosok yang tak kau kenal dengan kriteria seperti itu, belum tentu kau mau bersamanya, ya.. kembali pada orientasi hidup dan pernikahanmu. Hartakah? Rupa? Tahta dan keturunan? Atau… ini yang paling langka, agama. Banyak orang beragama, pandai ilmu agama, tapi sedikit sekali orang yang berakhlak agama. Ya, berakhlak agama. Bukan yang munafik, melainkan dia yang berkomitmen tinggi pada Tuhannya.
.
.
Wahai gadis-gadis, rasanya sering berkode tentang jodoh, jodoh, dan jodoh demi menarik perhatian seseorang itu belum tentu baik. Apakah kalian pernah berpikir dan merasakan didatangi oleh banyak pria serius ke orang tuamu itu menyenangkan? Jawabku, tidak sama sekali! Tidak! Rasanya sungguhlah tidak enak!
.
.
Karena aku takut tertarik pada parameter-parameter duniawi yang sulit aku elakkan. Kaya, tampan, keluarga berpendidikan, kemudian aku harus berjuang untuk mengingatkan bahwa semua itu fana hey..
Aku bisa sombong gara-gara harta dunia yang setitik, atau aku bisa sombong dengan memiliki suami tampan dan anak-anak yang lucu. Aku bisa sombong karena latar belakang keluarga. Ah, mengerikan.
.
.
Aku, tidak shalihah, tidak ada yang unggul dari pada ku, dosa ku banyak, banyaaaak sekali, dan aku sangat membutuhkan seseorang yang bisa mengangkatku dari siksa neraka. Aku ingin belajar bersama-sama tentang agama, tentang Tuhan, aku akan mati, iya mati. Aku butuh teman hidup yang harus ku pilih dengan selektif, ah tapi jodoh sudah tertulis di lauhul mahfudz, pasti memang akan dijodohkan dengan jodoh kita kan. Okay, hmm hamba memohon kepada-Mu Yaa Rabb.. jadikanlah hamba dan jodoh hamba sebagai hamba-hamba yang taat kepada-Mu, menuju ridho-Mu.

View on Path

Kekasih Iman (part 3)

Standard

.

.

.

.

Sayang, kamu di mana sih. Hari ini aku masih harus sendiri untuk mengahadapi fitnah dunia. Sayang, aku ingin memelukmu saat sedang seperti ini. Lalu kamu mendekapku untuk menenangkan. Dan menghapus air mataku yang banjir.

Tapi hari ini aku masih belum bertemu denganmu juga. Belum tahu siapa kamu dan dimana kamu sekarang. This day, I get insecure, honey. Sakit sekali rasanya tiba-tiba dituduh seseorang, aku dituduh berubah karena menginginkan seorang pria baik yang aku suka. Sungguh, tak sedikit pun terselip niatku melangkah menjadi lebih baik untuk dia. 

Sayang, aku meniatkan perubahan baikku karena ingin menghadiahkan surga untuk mamah dan bapakku. Meniatkan hal seperti itu saja, aku bertanya terlebih dahulu pada yang lebih paham. Karena setauku segala sesuatu itu hanya boleh diniatkan untuk mencari ridho Allah, jadi aku hanya berusaha meminta ridho Allah untuk memberikan rumah di sisi-Nya untuk mamah dan bapak, karena mereka orang tua terbaik yang pernah ada, sedangkan untukku, pelataran surga saja rasanya tidak pantas ku dapatkan.

Sayang, maafkan aku juga, karena aku juga tak meniatkan sama sekali untukmu atas perubahan baikku. Baik atau tidaknya suamiku kelak, bukan masalah utama, hanya saja semoga Allah senantiasa memberikan hidayah-Nya untuk kita agar sama-sama berproses. Kau membersamaiku demikian sebaliknya, aku In Syaa Allah akan mendampingimu asalkan kau tidak menghilangkan agama dari dirimu.

Sayang, sebenarnya ada alasan lain yang mendasari perubahanku selain orang tua. Alasan itu adalah… anak-anak kita. Dari buku yang aku baca, “jika wanita tidak belajar ilmu agama, maka tidak akan ada suasana agama di dalam rumah”. Maka aku harus bisa berperan menghidupkan suasana itu.

Sayang, maafkan aku ya karena pernah mencintai pria lain sebelum kamu. Ga usah cemburu ya sayang. Kamu kok bintang dihatiku mah, ga akan bisa aku jatuh cinta pada pria lain saat ini melebihi besarnya cintaku untukmu nanti, setelah kamu menjemputku.  Makanya segera jemput aku ya cintaku. Love you honey… cintakuuu gantengkuuu sholehkuuu imamkuu jeniuskuuu. Gemes deh akuuu sama suamiku tercinta yang akupun belum diperlihatkan Tuhan bagaimana sosokmu. Lekas jemput aku ya…

Udah cerita sama kamu, lega kan. Aku udah ga nangis lagi :”)

Aku ga peduli lagi sama omongan orang 🙂

Yang penting orang-orang yang aku sayang selalu mau dengerin dan percaya sama aku. 

Kekasih Iman (part 2)

Standard

Dear suamiku, sayangku, cintaku, imamku, maafkan aku jika sebelum bertemu denganmu, aku pernah mencintai lelaki lain. Aku tak berharap dia menjadi kamu wahai suamiku, selepas kau ucapkan ijab, dan terqobul. Maka akulah tanggung jawabmu, dan aku sepenuhnya mencintaimu. Suamiku, lekaslah jemput aku, agar cintaku tak salah mendarat lagi untuk lelaki lain.

.

.

Wahai sayangku, sesungguhnya aku sudah mencintaimu sebelum aku mengetahui siapa kamu. Wahai ayah dari anak-anakku, wahai pria yang mendampingiku ketika aku melahirkan kelak, wahai pria yang memenuhi keinginanku saat ngidam melanda, wahai pria yang merawatku ketika sakit, wahai pria yang bekerja keras untukku dan anak-anak kita, wahai pria tempatku untuk bermanja, wahai pria yang memelukku ketika takut dan menangis, wahai priaku, pujaan hatiku, lekaslah jemput aku.

.

.

Tahukah kamu sayang, selepas sholat aku selalu meminta pada Tuhan agar hidayah-Nya diberikan padaku, padamu, pada orang tua dan keluarga kita, serta rekan-rekan dekat kita. Sayaaang… aku ingin kau bimbing, aku ingin kau gendong untuk mengambil air wudhu kemudian kau mengajakku untuk menghadap Tuhan bersama-sama saat 1/3 malam datang, aku ingin itu menjadi waktu termesra kita. Karena saat sholat wajib tiba, aku tak akan memintamu untuk mengimamiku di mushola rumah, aku akan memintamu untuk shalat di masjid dan menuntun putra kita yang masih kecil agar terbiasa taat. Biarkan aku mengimami shalat untuk putri kita di rumah. Oleh karena itu, aku akan berusaha menghafal surat-surat dalam Al-Qur’an agar bisa menjadi imam shalat wajib di rumah.

.

.

Yaa abaa aw laa dii…

Tolong jalanlah beriringan denganku, jangan sampai engkau menggiringku. Entah mengapa, aku sedang merindu padamu. Menanti kedatanganmu dan putra putri kita. Cintaku, ku harap kau mengizinkanku untuk menjadi ibu rumah tangga saja. Aku hanya ingin menjadi orang yang membuat anakku bisa membaca, menulis, dan mengitung. Aku ingin menjadi madrasah pertama untuk mereka. Aku juga ingin menjadi istri yang mencucikan pakaianmu dengan tenagaku sendiri, aku yang menyetrika, aku yang menyapu, aku yang mengepel lantai, aku yang memasak, pokoknya aku yang akan bertanggung jawab untuk urusan beres-beres. Aku tau kamu boleh membantu, tapi sayang, aku tahu kamu sudah lelah dengan pekerjaanmu untukku dan anak-anak kita. Jadi..izinkan aku mengerjakan kegiatan rumah tangga sendiri, tak perlulah kau kerjakan pekerjaan wanitamu ini, aku bisa 🙂

Hmm, entahlah mungkin engkau tidak membaca surat dariku ini sayang, tapi jika kau tak sengaja menemukan tulisanku ini dan kau membacanya, maka begitu indahlah Allah mempersatukan yang jauh. Sayang, lekas jemput aku ya 🙂

Salam rindu dari istrimu 🙂 

Kekasih Iman

Standard

​Yaa abaa awlaadii (wahai ayah dari anak-anakku)

Aku yang sekarang masih belum bertemu denganmu namun ingin menyapa kabarmu di sana, di tempat yang aku pun tidak tahu di mana itu.
Wahai kekasihku kelak, aku ingin bercerita kepadamu, tentang mimpi besar seorang wanita akhir zaman yang akan mendampingimu ini.
Aku dengan kadar keimanan setitik, dosa sejagat raya, tapi aku ingin mendapatkan kemuliaan di akhirat. Terbebas dari siksa kubur, mendapatkan syafaat di yaumul hisab, dan tahukah kamu tentang kisah Fatimah binti Muhammad SAW? Satu dari 4 wanita terbaik di dunia yang saat melewati shirat kelak semua orang harus menunduk dan menutup matanya, saking mulianya dia sehingga dimuliakan Allah. Dan itulah keinginan besarku wahai kekasih imanku. Aku ingin berjalan beriringan bersama Fatimah RA.
Aku dengan lemahnya imanku, tentu sama saja dengan wanita akhir zaman lainnya. Senang memamerkan kecantikan di dunia maya. Namun aku mencoba menarik diriku perlahan agar menjadi hamba yang taat. Alasannya, karena aku ingin berkumpul dengan orang-orang yang aku cintai selama di dunia ini, ya.. kamu salah satunya.
Wahai kekasih imanku, katanya gadhul bashar itu indah. Namun, terkadang perihal itu hanya ditimpakan kepada wanita untuk menutup dirinya dari khalayak, tapi pria yang mengumbar foto, itu dianggap biasa saja.
Wahai kekasih imanku yang aku cintai, apakah kamu mau menjagaku dari perkara itu?

Ah bukan hanya menjagaku, tapi aku juga ingin kamu membersamaiku untuk berjuang bersama. Bersama mengingatkan untuk tidak condong pada duniawi dan senantiasa berjalan beriringan denganku untuk menggapai keabadian yang indah. 
Maukah kamu membimbing wanita akhir zamanmu ini untuk meraih cita-cita besarnya itu?
Hanya itu yang ingin aku sampaikan, salam rindu dari kekasihmu yang kini belum berjumpa denganmu.

Doa terbesar ku panjatkan pada Tuhan, semoga hidayahnya senantiasa diberikan padaku, padamu, pada orang tua, keluarga, serta teman-teman kita.