Standard

[MENIKAH]

Menikah, tentu kita tidak bisa menyamakan sudut pandang setiap orang, meskipun saudara kembar atau orang tua. Bagi sebagian orang, lebih cepat, lebih baik karena menghindarkan diri dari zina. Sebagian orang berpikir mengenai kemapanan, ah tapi kamu akan mengalami bagaimana rasanya tidak tertarik pada orang dengan penghasilan tinggi jika memang kecenderungan enggan muncul juga. Atau tentang seorang rupawan, yang kadang menarik matamu. Bukan juga.
.
.
Mungkin gadis-gadis seringkali bercanda dengan ucapan ingin dijodohkan dengan “pengusaha muda, kaya, ganteng, lembut, dan sholeh”. Waw emangnya ada? Adaaa…. tapi ternyata wahai gadis, ketika tiba-tiba ada sosok yang tak kau kenal dengan kriteria seperti itu, belum tentu kau mau bersamanya, ya.. kembali pada orientasi hidup dan pernikahanmu. Hartakah? Rupa? Tahta dan keturunan? Atau… ini yang paling langka, agama. Banyak orang beragama, pandai ilmu agama, tapi sedikit sekali orang yang berakhlak agama. Ya, berakhlak agama. Bukan yang munafik, melainkan dia yang berkomitmen tinggi pada Tuhannya.
.
.
Wahai gadis-gadis, rasanya sering berkode tentang jodoh, jodoh, dan jodoh demi menarik perhatian seseorang itu belum tentu baik. Apakah kalian pernah berpikir dan merasakan didatangi oleh banyak pria serius ke orang tuamu itu menyenangkan? Jawabku, tidak sama sekali! Tidak! Rasanya sungguhlah tidak enak!
.
.
Karena aku takut tertarik pada parameter-parameter duniawi yang sulit aku elakkan. Kaya, tampan, keluarga berpendidikan, kemudian aku harus berjuang untuk mengingatkan bahwa semua itu fana hey..
Aku bisa sombong gara-gara harta dunia yang setitik, atau aku bisa sombong dengan memiliki suami tampan dan anak-anak yang lucu. Aku bisa sombong karena latar belakang keluarga. Ah, mengerikan.
.
.
Aku, tidak shalihah, tidak ada yang unggul dari pada ku, dosa ku banyak, banyaaaak sekali, dan aku sangat membutuhkan seseorang yang bisa mengangkatku dari siksa neraka. Aku ingin belajar bersama-sama tentang agama, tentang Tuhan, aku akan mati, iya mati. Aku butuh teman hidup yang harus ku pilih dengan selektif, ah tapi jodoh sudah tertulis di lauhul mahfudz, pasti memang akan dijodohkan dengan jodoh kita kan. Okay, hmm hamba memohon kepada-Mu Yaa Rabb.. jadikanlah hamba dan jodoh hamba sebagai hamba-hamba yang taat kepada-Mu, menuju ridho-Mu.

View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s