Kekasih Iman (part 3)

Standard

.

.

.

.

Sayang, kamu di mana sih. Hari ini aku masih harus sendiri untuk mengahadapi fitnah dunia. Sayang, aku ingin memelukmu saat sedang seperti ini. Lalu kamu mendekapku untuk menenangkan. Dan menghapus air mataku yang banjir.

Tapi hari ini aku masih belum bertemu denganmu juga. Belum tahu siapa kamu dan dimana kamu sekarang. This day, I get insecure, honey. Sakit sekali rasanya tiba-tiba dituduh seseorang, aku dituduh berubah karena menginginkan seorang pria baik yang aku suka. Sungguh, tak sedikit pun terselip niatku melangkah menjadi lebih baik untuk dia. 

Sayang, aku meniatkan perubahan baikku karena ingin menghadiahkan surga untuk mamah dan bapakku. Meniatkan hal seperti itu saja, aku bertanya terlebih dahulu pada yang lebih paham. Karena setauku segala sesuatu itu hanya boleh diniatkan untuk mencari ridho Allah, jadi aku hanya berusaha meminta ridho Allah untuk memberikan rumah di sisi-Nya untuk mamah dan bapak, karena mereka orang tua terbaik yang pernah ada, sedangkan untukku, pelataran surga saja rasanya tidak pantas ku dapatkan.

Sayang, maafkan aku juga, karena aku juga tak meniatkan sama sekali untukmu atas perubahan baikku. Baik atau tidaknya suamiku kelak, bukan masalah utama, hanya saja semoga Allah senantiasa memberikan hidayah-Nya untuk kita agar sama-sama berproses. Kau membersamaiku demikian sebaliknya, aku In Syaa Allah akan mendampingimu asalkan kau tidak menghilangkan agama dari dirimu.

Sayang, sebenarnya ada alasan lain yang mendasari perubahanku selain orang tua. Alasan itu adalah… anak-anak kita. Dari buku yang aku baca, “jika wanita tidak belajar ilmu agama, maka tidak akan ada suasana agama di dalam rumah”. Maka aku harus bisa berperan menghidupkan suasana itu.

Sayang, maafkan aku ya karena pernah mencintai pria lain sebelum kamu. Ga usah cemburu ya sayang. Kamu kok bintang dihatiku mah, ga akan bisa aku jatuh cinta pada pria lain saat ini melebihi besarnya cintaku untukmu nanti, setelah kamu menjemputku.  Makanya segera jemput aku ya cintaku. Love you honey… cintakuuu gantengkuuu sholehkuuu imamkuu jeniuskuuu. Gemes deh akuuu sama suamiku tercinta yang akupun belum diperlihatkan Tuhan bagaimana sosokmu. Lekas jemput aku ya…

Udah cerita sama kamu, lega kan. Aku udah ga nangis lagi :”)

Aku ga peduli lagi sama omongan orang 🙂

Yang penting orang-orang yang aku sayang selalu mau dengerin dan percaya sama aku. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s