CEMBURU? 😁

Standard

#ismarvelousfriendshipstory

Risiko ya kalian gais, punya sahabat yg lebih posesif dan manja dari pada pacar kalian sendiri wqwq. Kalo bisa ngeluangin waktu lu buat pasangan, berarti buat sahabat juga harussss!!! 😁😁😁

Isma Firliani yang cemburuan, maunya dapet perlakuan sama, gak harus sama deeennnggggg, becandaa, I am enough with a little of your time. Thank you, buddies! Luvs!

Kalo ku merajuk ke temen-temen, “Pacar aja diajak main, gue engga!”, ya jawaban yang didapat selalu sesuai SOP kamus cewek “Iyeee, lu mau main kemana dah? Ntar gue temenin” . Beneran jawaban yang selalu mau ku denger, kadang gak jadi diajak main pun ya ku B aja sih, cuma seneng aja denger kalimat kayak gitu 🤣

Alhamdulillah, gak pernah dapet jawaban kayak gini, “Gila ya lu, dia cewek gue, prioritas gue, sedangkan lu cuma temen gue. Kok lu cemburu sama cewek gue sih, gak masuk akal, itu privasi gue!”.

Kalo digituin, paling gue jawab, “hah? 😂😮”. Jawaban yg terlalu kanebo kering dear, coba kasih air, biar gak kaku wqwqwq.

Bukan ke temen cowok doang ku kayak gitu, ke temen cewek juga ya sama aja. Kayak ke Ponco. “Ih, sama Ana Ani aja jajan itu, sama gue engga!” / “Ah elah kebiasaan iri nih bocah, tar gue ajak juga lu ke sini” / “Asiiik” – selesai, ku cuma pengen denger kalimat kayak gitu. Cuma hobi caper aja sama lingkaran terkecil. Wqwq. Untung Ponco gak jawab, “Apasih ma, Ana Ani tuh sahabat gue dari SMA!”. Dan emang bukan jawaban kayak gitu juga sih yang ku harapakan.

Ke Kak Elis juga gitu, “Kak main sama anak-anak kosan Aulia mulu ih, sama Isma engga” / “Iya ya ma, sama kamu udah lama gak main, yuk main ke mana kita? Kapan?”. Cuma pengen kemanjaan dibalas memanjakan, bukan emosian 😅

Ya begitulah aku, semakin nyaman, semakin manja. Kalian pacaran aja ku selalu minta ikut, dan selalu dibawa hehe. Kalo ku gak nyaman sama orang, jangankan manja, yang ada tuna wicara atau paling banter jadi manusia terformal dan tersungkan 😁

I love you, sahabat-sahabat rasa saudara sepersusuanqu!

Waktu berubah dan kita berproses.

Persahabatan seperti air laut, ada pasang surut, tapi rasanya tidak pernah berubah. Asik. Enjoy.

Advertisements

Lowest Point

Standard

Halo buku digitalku. Lama ya aku meninggalkanmu. Terlalu sibuk dengan dunia baru, sampai lupa denganmu, teman ceritaku.

Kamu tahu, aku merasa bersalah karena terlalu sibuk dengan diri dan masalahku, sampai alfa dengan beberapa orang terdekatku.

Aku mulai sok sibuk dengan diriku dan hanya berkabar dengan sahabat-sahabat terkaribku sampai terlupakan untuk menanyakan kabar teman-teman dekatku yang lainnya. Sakit rasanya, mendengar kabar anak dari sahabat mengalami gizi buruk, orang tua teman bercerai, teman depresi dan berhenti kuliah di tengah jalan, orang tua teman sakit keras, usaha keluarga teman collapse, teman dimaki-maki, teman ditinggal lamaran, teman ditinggal saat sudah rencana menikah.

Sungguh rasanya sehancur ini, seolah-olah berdalih tangan ini memang hanya dua, telinga ini hanya dua, kaki ini hanya dua, dan aku hanya satu. Aku seringkali absen untuk menanyakan kabar kalian, orang tua kalian, adik dan kakak kalian.

Sampai ibuku, berkata padaku, “Kunjungilah satu per satu sahabatmu, sejauh apa pun mereka.”

Dear sahabat dan teman-teman dekatku, aku senang untuk kalian repotkan, aku senang untuk dilibatkan dalam kesusahan dan kesedihan kalian. Mungkin aku tidak selalu bisa memberikan solusi dan bantuan, tapi aku akan mengusahakan untuk selalu membersamai dan menguatkan.

Kalian, orang-orang baik yang aku sayangi, dimana pun kalian berada, semoga Allah senantiasa memberikan kebaikan serta kesehatan untuk kalian, orang tua, serta saudara/i kalian. Aku yakin, sesuatu yang berasal dari hati, pasti akan sampai ke hati. Semoga Allah menyampaikannya pada kalian.

Salam sayang,

Isma Firliani

Bandung, 9 Juni 2019

Kecewa

Standard

Kalau bukan pada kamu, orang baru yang sangat aku percaya, lantas aku harus berkeluh kesah pada siapa? Masa laluku yang sudah bertuan?

Aku hanya ingin didengar, ditenangkan, dan diberi gurauan. Bukan ditimpali dengan emosi dan kalimat menyayat hati. Tindakanmu membuat aku merindukan masa lalu. Aku seperti terbuang dalam 2 dimensi, egomu kini dan masa lalu yang meninggalkanku, aku tidak memiliki tempat perlindungan dan mengadu pilu. Aku sendiri.

AFFORDABLE BELUM TENTU TIDAK NYAMAN (PENGALAMAN PERTAMA MENGINAP DI HOTEL BINTANG 2, HOTEL DEWANTI CIREBON)

Standard

Halo halo halo readers… saya sedang senang sekali karena blog saya sudah bisa diaktifkan kembali. Well setelah membuat vote untuk review hotel dewanti di instagram saya (@ismafirliani) , ternyata cukup banyak yang mendukung untuk me-review hotel ini. Saya awalnya berpikir akan sedikit sekali yang antusias untuk mendapat review hotel bintang 2 karena umumnya orang-orang memilih untuk menginap di hotel bintang 4 atau pun 5.

Menurut saya hotel ini sudah baik dalam hal service dan kebersihan untuk kelas hotel bintang 2. Karena pengalaman saya sebelumnya menginap di hotel bintang 3 tidak cukup baik, saya bersiap untuk memasang standar ang cukup rendah agar tidak kecewa. Tetapi ternyata terbantahkan oleh service dari hotel dewanti yang berada di wilayah Kota Cirebon ini.

Kemarin saya baru selesai agenda rapat di Kota Cirebon sekitar pukul 12 siang, selepas rapat dan shalat dzuhur saya bergegas untuk check-in ke hotel dewanti yang jaraknya hanya sekitar 1 km dari tempat rapat saya. Ketika tiba, saya langsung ke resepsionis bertanya apakah saya boleh check-in sebelum jam 2 siang (karena sesuai jadwal harus check-in jam 2 siang). Kenapa buru-buru check-in? Karena rasanya badan sudah tepar karena mobilitas yang tinggi dan waktu tidur yang kurang di hari-hari sebelumnya. Ingin rasanya menjatuhkan diri ke tempat tidur sesegera mungkin. Ternyata saya boleh check-in lebih awal. Hanya saja resepsionis meminta saya untuk menunggu sekitar 20 menit untuk menyiapkan kamar. Saya menunggu di lobby belum sampai 20 menit, resepsionis sudah memanggil saya kembali dan memproses administrasi untuk check-in dengan menunjukan file booking dan meminta KTP saya untuk di copy, namun saya bertanya apakah boleh mengganti KTP dengan paspor, ternyata boleh (saya malas menunjukkan KTP karena fotonya belum berkerudung).

Salah satu spot di lobby

Akhirnya selesai administrasi saya langsung mendapat kunci kamar, saya underestimate mengira kunci kamarnya masih kunci manual, ternyata sudah menggunakan card. Saya diberikan kunci, breakfast voucher, dan wifi password.

Kunci kamar hotel dewanti

(Menuju ke kamar), kamar saya terletak di lantai 3 (lantai tertinggi). Yess di sini terdiri dari 3 lantai saja ya buibu. Saya bertanya kepada resepsionis apakah terdapat lift, ternyata ada! Alhamdulillah. Padahal pengalaman di hotel bintang 3 lalu saya harus bawa koper ukuran 24 inch ke lantai 3 sendiri 😂

Sesampainya di depan kamar, terdapat tombol bel untuk setiap kamar, tapi sayang sekali bel untuk kamar saya (301) tidak berfungsi. Pintu juga sudah dilengkapi dengan kaca kecil untuk mengetahui siapa yang hendak masuk ke kamar kita seperti pintu-pintu standar hotel bintang 4, hanya material pintunya saja yang berbeda.

Masuk ke dalam kamar, ukuran kamar standar, kebersihan baik, namun lantai tidak beralaskan karpet seperti di hotel bintang 3 atau pun 4. Kamar mandi berukuran kecil sekitar 1.5 cm x 1.5 cm terdiri atas shower dengan pemanas air, washtafle, dan toilet duduk. Untuk toilet, kunci toilet di kamar 301 sudah rusak dan tissue holder di toilet pun sudah tidak ada, namun tisu toilet tetap disediakan.

Material pintu kamar mandi terbuat dari kaca buram yang tebal

Semprotan toilet berfungsi baik, flushing toilet baik, semua keran air berfungsi dengan baik. Disediakan handuk ukuran standar serta dental kit yang terdiri atas sikat gigi, pasta gigi, sabun batang, dan shampo.

(Mohon maaf saya tidak memotret closetnya karena saya kurang suka untuk membidik objek tersebut, meskipun bersih ya)

Terdapat fasilitas berupa wifi, LED TV, AC, lemari dan hanger, meja dan kursi, pemanas air, telepon, sandal, serta kopi, teh, creamer, gula pasir, dan air mineral.

Jika membuka jendela dari kamar, maka terlihat pemandangan seperti ini.

Saat turun untuk breakfast, ruang makan memang tidak terlalu luas, namun makanan yang disajikan cukup banyak. Mulai dari roti dengan aneka topping, buah potong, prasmanan nasi dan tumis-tumisan, bubur ayam, pudding, dan tahu gejrot khas Cirebon. Untuk minuman terdapat air mineral dan minuman rasa-rasa (awalnya saya kira ini jus, ternyata sirup). Taste well, yang paling saya suka rasa bubur ayamnya, pas!

Untuk harga, saya cek di website traveloka (per Oktober 2018), harganya masih kantong mahasiswa, jadi sepertinya untuk mahasiswa wilayah dekat sini yang ingin suasana tenang dan nyaman untuk mengerjakan skripsi (misal), saya pikir hotel ini bisa jadi pelarian untuk mencari suasana baru mengerjakan skripsi atau pun hanya untuk berlari sejenak dari padatnya rutinitas.

Sekian review kali ini, semoga bermanfaat.

HOLIDAY PLAN: DREAM CRUISE LINE AND SINGAPORE

Standard

Hallo readers, mohon maaf atas blog yang ditinggalkan selama setahun ini. Berikut ini adalah langkah-langkah yang saya lakukan untuk mempersiapkan liburan menggunakan dream cruise line sekaligus travelling di Singapura. Tiket apa yang harus dibeli terlebih dahulu? Mari kita cek persiapan ala saya, siapa tau kita memiliki pola persiapan yang sama.

DREAM CRUISE LINE
(1) Bismillah ya, saya mau menulis lagi tentang #ismarveloustravelstory . Sebenarnya dulu cukup rajin menulis di blog, tapi sekarang rasanya susah sekali melawan kemalasan, padahal menulis di blog itu sangat membantu memberikan informasi bagi yang lainnya, karena saya pun termasuk blog reader dan seringkali terbantu oleh tulisan para blogger

Okay kali ini saya akan bercerita tentang rencana trip saya ke Singapura dan rencana saya menaiki kapal pesiar Genting Dream Cruise. Perjalanan ini bermula dari tergiurnya dengan harga promo cruise dengan tipe cabin balcony 3D2N rute Singapore-Port Klang-Singapore yang harga normalnya lebih dari SGD1000, saya dapatkan dengan harga SGD199 saja! Alhasil goyahlah iman menabung untuk hari tua 😅 (anyway ini belum termasuk port charge SGD75 dan gratuity SGD21/N). Sebenarnya akan lebih hemat jika berangkat berempat, jadi SGD149.5/person. Sudah ajak teman-teman supaya lebih irit, hanya saja semua belum bisa ikut dengan berbagai kepentingan personalnya

Well, saya langsung menghubungi atasan untuk meminta cuti di awal tahun depan, alhamdulillah di ACC, konfirmasi semua kegiatan di lapang juga pada masyarakat binaan, izin orang tua juga sudah diberikan, semua berjalan lancar. Akhirnya saya dengan teman sepermainan saya/partner in crime/travel buddy, my thick and thin friend, one and only Ponco 😂 (dia lagi dia lagi) sama-sama khilaf dan membeli tiket cruise tersebut. Ini entah kebetulan atau apa, padahal kita bekerja di tempat berbeda, tapi profesi kita sama 😂 jadi fleksibilitas kerja kita juga sama (padahal gak rencana, gak janjian punya profesi yg sama). OOT, jadi ingat masa mahasiswa dulu, kami dipanggil dosen karena kami seringkali bolos kuliah di hari yang sama, padahal saya tidak tahu kalau saat saya bolos, dia juga bolos, dosen mengira karena kami sahabatan, kami bersekongkol untuk bolos bersama. Padahal dia bolos karena kesiangan habis jualan telor di pasar dan saya sering bolos karena kesiangan kecapekan mengajar les privat hingga tengah malam.

DREAM CRUISE LINE TICKET
(2) Singkat cerita setelah transaksi, e-ticket sudah terbit dan dikirimkan oleh pihak travel agent via WhatsApp. Saya pesan tiket dreamcruise di @tx_travel oleh admin @ferentnatashyawiejaya yang sangat sabar dan ramah, terima kasih ya 😄 Selain e-ticket, pihak travel juga mengirimkan beberapa dokumen yang terdiri atas ticket invoice, Dream Cruise Deck Plan, dan Helper document yg cukup informatif

Di e-ticket sudah tercantum cabin number (karena promo jadi saya tidak dapat memilih letak cabin), tapi alhamdulillah saya dapat balcony cabin kapasitas 3 orang di lantai 12 dengan view memuaskan. Selain itu, di e-ticket juga tercantum departure time, kapal pesiar yang saya tumpangi ini berlayar tanggal 13 Februari 2019 pukul 23.59 waktu Singapura dari Marina Bay Cruise Centre Singapore (Marina Coastal Drive, Singapore 018947), berlabuh di Port Klang tanggal 14 Februari pukul 12.00 waktu Malaysia, dan berlayar kembali ke Singapura tanggal 15 Februari 2019 pukul 23.00 waktu Malaysia dan tiba di lokasi awal kebarangkatan pada pukul 12.00 waktu Singapura

Karena saya ini harus selalu prepare dan detail (kalau kata Ponco sih terlahir ribet 😂) saya memang paling tidak suka membuat kesalahan dan ikhtiar menghindari semua risiko terburuk yg dapat terjadi, setelah membaca cruise itinerary, langsung mulai banyak membaca untuk menyusun itinerary keberangkatan ke Singapura. Langsung cek jam ticket pesawat yang cocok dan mulai membuat schedule.

MENAMBAH WAKTU BERLIBUR
(3) Iman goyah part 2 😂 Mikir-mikir, kayaknya kalau ke Singapura tapi cuma naik cruise 3D2N terlalu singkat, dan gak explore wilayah-wilayahnya. Tiba2 pemikiran terdukung dengan datangnya email masuk dari @traveloka terkait promo hotel. Potongan harganya juga variatif. Akhirnya cari-cari review hostel yg affordable tapi nyaman dan review terbanyak mengarah pada Footprint Hostel di kawasan Little India. Memang ironi sekali dari naik kapal pesiar yg fancy lalu lanjut menginap di hostel (setara hotel bintang 1)

Akhirnya kami memutuskan menambah waktu di Singapura menjadi 6D5N. Saya menginap 3 malam di footprint hostel dengan biaya Rp288 791 atau per malamnya hanya Rp96 264 (efek promo dan redeem point akun teh @winarnaisyahf , timaaci teh 😊). Saya masih ragu sebenarnya apakah mampu bertahan tanpa mengeluh untuk bermalam di hostel selama 3 malam? Menginap di hotel bintang 3 saja rasanya lumayan challenging untuk menahan keluhan terhadap hal-hal teknis yg bermasalah, tapi di sisi lain saya juga ingin mencoba dan memiliki pengalaman menginap di hotel bintang 1 meskipun saya bukan tipikal backpacker yang bisa bepergian dengan membawa barang sedikit. Tetapi demi prinsip jalan-jalan hemat, memilih hostel adalah opsi terbaik untuk menekan cost.

MEMESAN TIKET PESAWAT
(4) Mengapa memesan tiket pesawat saya lakukan di akhir? Karena rasanya fleksibilitasnya paling tinggi dibandingkan yang lainnya. Awalnya saya hendak memesan tiket pesawat paling pagi ke SG tgl 13 Feb 2019, dengan keberangkatan sekitar pukul 06.00 WIB dari CGK supaya bisa berkeliling ke beberapa lokasi wisata sebelum berlayar. Dan terdapat 2 maskapai untuk waktu tersebut di penerbangan kelas ekonomi yakni lion air dan garuda. Saya menunggu promo sebelum membeli tiket, dan saat promo gledek muncul di @tiketcom itu bikin galau banget, ketika harga tiket lion 770k dan garuda around 1000k. Sebenarnya saya memang paling rewel terkait maskapai. Meskipun memesan tiket kelas ekonomi, tentu tetap akan berbeda servicenya dari antar maskapai.

Saya pernah 1 kali naik lion dan honestly tdk mau mengulang yg ke-2 jika masih ada opsi lain yg dapat dipilih. Teman saya yg tahu kalau saya ini memang rewel, benar2 pasrah menyerahkan keputusan di tangan saya, dia ikut saja sesuai yang saya pilih. Akhirnya sy pesan garuda, tp blm pembayaran, terus kebetulan lagi discuss dengan teman saya yang lain, dia seperti mensuggest saya supaya hemat dalam biaya akomodasi, akhirnya terpengaruhlah saya, dipikir ada benarnya juga jika uang akomodasi ditekan, itu bisa dialihkan untuk uang belanja di sana, kemudian saya delete order maskapai garuda yang sudah saya pesan

Akhirnya saya memberanikan diri untuk memilih jetstar saja sebagai penerbangan termurah dibandingkan lion meskipun keberangkatannya pukul 09.00 WIB. Beberapa review negatif saya temukan untuk postingan di bawah tahun 2015 tetapi review positif banyak saya temukan di postingan di atas tahun 2015. Sepertinya sudah banyak perbaikan sistem yang signifikan dari maskapai tersebut, hitung-hitung mencari pengalaman juga

Untuk tiket pulang kami masih berencana memesan di hari Senin 18 Feb 2019. Sejauh ini belum dipesan karena takut akan berubah pikiran untuk menambah waktu berlibur 🙈 Selain itu kami masih menunggu promo tiket USS di tahun 2019 belum tahu ini akan menjadi iman goyah part 3 atau tidak, entahlah apakah dana lebih baik dialokasikan untuk full travelling atau untuk shopping. Nah untuk kalian yang mau jastip, boleh banget kalau memberi kabar dari jauh-jauh hari agar kami mudah dalam membuat list dan membuat itinerary berbagai mall yang akan dikunjungi. Tunggu lanjutan tulisan ini yak, akan saya share info-info terkait administrasi, do’s, dan dont’s untuk penumpang dream cruise line.

PRODUCT REVIEW: LITTLE SOFTIE, TOP TO TOE WASH, MOTHERCARE

Standard

Selamat pagi readers, hari ini saya mau review produk ini nih hihi.

Bagi saya yang suka ribet kalo pergi-pergi, produk ini setidaknya bisa mengurangi keribetan tersebut :”

Apalagi kalo nanti udah ada anak, makin ribet bawaannya kan kalo pergi-pergi. Cukup bawa 1 botol ini, bisa banget dipake buat keramas, mandi, cuci muka, bahkan membersihkan daerah intim.

Dulu saya gamau pake produk bayi karena memang beda kan kebutuhan kulit bayi dan orang dewasa, tapi karena di keterangan packagingnya produk ini bisa buat mummy too yang artinya cocok untuk kulit orang dewasa juga, jadi mulai jatuh hati lah pada produk mothercare ini. Awal nyoba itu pake yang bubble bath, itu khusus badan, ehh taunya enakkk bikin kulit lembut bangettt setelah penggunaan sekitar 1 minggu. Nah kalo produk ini lain, menurut saya tidak terlalu memberikan efek selembut produk bubble bathnya, tapi ya tetep lembut, dan alhamdulillah pemakaian beberapa hari saja itu berpengaruh signifikan untuk saya yg beberapa bulan ini mengalami keputihan patologis, bukan keputihan fisiologis yaaa. Awalnya pake produk al**t*l, eh tau tau produk itu ditarik dari pasaran karena ternyata bahaya dan gak lolos BPOM, uang kadang bisa melegalkan produk berbahaya ya. Pakai itu, malah makin parah, makin banyak. Itu rasanya gak nyaman banget, dan pas pake produk ini dari awal pemakaian, seperti ada dampak signifikan, jumlahnya berkurang, dan voilaaa sekarang sudah sembuh, alhamdulillah yaa. Saya pernah baca soalnya untuk membersihkan organ kewanitaan itu tidak dianjurkan menggunakan cairan sirih seperti itu, karena pH nya tinggi, sedangkan sabun bayi ini tertulis keterangan pH balanced sebagai berikut ini.

Selain itu, produk ini juga Paraben free, apa itu paraben? Paraben adalah senyawa kimia yang dapat memicu…

Memicu apa hayoo, baca sendiri ya tentang paraben biar lebih paham, ga akan saya terangin di sini hehe

Produk ini produksi mana sih? Mothercare as we know produknya inggris ya..

Di packaging ada tulisan 12M artinya produk ini masih boleh digunakan selama 12 bulan mulai dari pertama kemasannya dibuka.

Belinya di mana? Di mothercare atau di toko-toko peralatan bayi di kota ada. Di online juga ada. Tapi suka agak ngeri aja kalau di online itu suka banyak replika :”

Harganya? Actually harga aslinya kalau di Inggris cuma £2 :” bahkan lagi ada promo sampai 30 Juni 2018, beli 2 hanya £2.5 , di negara-negara eropa lain juga ada, sekitar lebih dari €2 per botolnya. Tapi untuk harga di Indonesia, dijual kisaran di atas Rp80 ribu sampai lebih dari Rp100 ribu untuk ukuran 16.9 fl oz atau nett 500mL ini. Semoga infonya bermanfaat ya buibu.

MENTAL DITOLAK

Standard

Hallo readers, lama gak nulis ya ampe penuh sarng laba-laba nih. Oke kali ini saya hendak membahas tentang “mental ditolak” based on experience ya :”

Tau gak sih, Man, Bro, menikah itu bukan bercandaan, iya gak? Pengennya sekali seumur hidup, pengabdian pada suami dan anak-anak untuk mencari ridho Allah. Ke sananya tuh lebih kompleks dari pada “gue mau sama elu, lu mau ya sama gue”. Ga semudah kucing kawin. Setiap orang memiliki kriteria pasangan dan visi pernikahan yang berbeda satu sama lainnya, yee ga? Makanya pasti banyak terjadi “seleksi” pada prosesnya saking variatifnya manusia, proses tersebut terjadi sampai menemukan yang sesuai, seperti enzim dan substrat yang “lock and key” agar katalisator kehidupan dapat berfungsi optimal.

Dari beberapa pengalaman dengan pria yg memiliki niatan baik pada saya, banyak hal-hal yang dirasa kurang pantas saat mendapat penolakan. Dari mulai marah-marah, judging berlebih kemana-mana, bahkan semacem mau bunuh saya mau ditabrakin motor hahaha untung masih idup dah, dan banyak hal lain yang membuat saya malah makin illfeel dengan respon tersebut. Padahal saya berusaha melakukan penolakkan lewat perantara, seperti bapak saya, atau sahabat saya, karena apa? Karena saya tidak pandai merangkai kalimat padu, dan saya pandai menyakiti hati dengan kalimat buatan saya, karena tanpa filter dan tanpa konotasi. Saya terlalu lugas, makanya saya tidak berani melakukan penolakan langsung, kecuali kalau sudah terlalu maksa yang annoying. Pedes nih mulut.

Akang-akang, dengan bersikp seperti itu, sesungguhnya itu menunjukkan diri bahwa belum ada kesiapan sebagai pemimpin yang baik. Bukan “kata orang” yang mengatakan hal tersebut, tapi anda sendiri yang menunjukkannya. Menurut saya adalah hal yang wajar dalam sebuah relasi itu terjadi seleksi sebelum akan memutuskan untuk resepsi dan kemudian reproduksi untuk melanjutkan generasi.

Kalau penolakkan kecil seperti ini saja tidak ridho, bagaimana menghadapi penolakkan-penolakkan lainnya dalam hidup yg lebih pelik? Padahal “ikan di lautan” kan masih banyak ya. Dan bagi wanita, memilih suami itu perlu selektif karena ia sedang memilih imam untuk sisa hidupnya di dunia dan itu dampaknya panjaaaaang sampai akhirat :”

Sok, muluk-muluk, banyak maunya, bukannya gitu sih. Cuma emang ga cocok aja, daripada dipaksakan, nikah terus cerai, sayang biaya catering, gedung, dll kan heu heu. Padahal itu bisa buat modal usaha loh *otak bisnis maapin

Yakin aja, sesungguhnya Allah akan memberi sesuai yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan. Kalo ditanya lagi, coba itu ngotot maksa orang supaya mau sama kamu, itu motivasinya opo toh? Ndak usah dijawab, itu mah cuma nurani yg bisa jawab *anak mana tuh si Nurani 😅

Udah deh gitu aza ya readers. Berbobot gak sih ini postingannya haha, ya semoga manfaat deh.

Blessing Castle, Kediri

Standard

Hallo readers, hari ini saya mau ulas sedikit mengenai salah satu cafe di Kediri yang arsitektur dan interiornya unik.

Namanya Blessing Castle, sahabat blogger. Kenapa dinamakan Castle? Karena memang bentuk bangunannya yang menyerupai kastilnya Rapunzel. Ini dia fotonya

Cafe ini terdiri atas 2 lantai dengan tema pastel color untuk interiornya, dan di lantai bawah itu bener-bener full pink, dan pinknya enak buat dilihat, soft banget.

Nah untuk lantai 2, di bagian dalam warnanya masih pastel, tapi di bagian luar lebih di dominasi warna-warna yang terkesan netral

Untuk makanan, jenis makanan ringan hingga porsi sedang, menurutku manu makannya didominasi appetizer dan desert seperti cafe pada umumnya. Dan dari segi presentasi makanan atau plating, nothing special to take a photo, so, saya tidak memiliki satupun foto makanannya karena memang tidak photoable 😂. And overall, cafe ini lumayan cozy, makanannya juga cukup dari segi rasa, tapi ga bikin nagih 😅

So, kalo saya kasih score, nilainya 3 dari 5 ☺ Semoga bermanfaat

DIVINE DECREE

Standard

It is my first time to write a post in English actually. So, I am looking forward to conceive to you about my incorrectness in this type ^_^

Well, I highly agree with a qoutes from an Indonesian movie entitled, “Ketika Cinta Bertasbih” that said, “Cinta adalah sesuatu yang ketika ia datang padaku, maka aku jadi malu pada keteranganku sendiri”. Right! Extremely right! When we are not falling in love, it’s easy to us for difference about what should we do and what shouldn’t we do. But when it happens to us, it could drive our mind uncontrol.

Personally, placed my own feeling is not an easy thing. Reminding that, “women has 9 passions and 1 reason”, it’s mean that we ask our heart for being an adviser to take any decision or cunclusion. Well, it’s no wonder for us, isn’t it?
So, I probably have a life almost 23 years, but I feel still learning for that just a little bit. Recently, I acquire many things for couple months ago, particulary about managing a feeling. In this age, I shall moderate my feeling right. This’s with respect to my future obligation. 

I consider that the deepest feeling is about getting Allah’s love. 

Love is a divine decree to close ourselves to Allah and marriage is the only holy way to get there. 

And How’s about the interpretation of marriage?

What should we prioritized? Should we marry someone we loved so bad? Should we marry with someone who loves us? Should we marry with someone we feel comfort and know you so well from your goods and bads? Should we marry with a “sekufu” someone by their wealth? face? beauty? or religion?

I think not at all. I learnt that I would like to marry with someone that has a deep adherence to our God and religion. Not only about a religion, but also the essential thing, “adherence”. And an adherence will be showed naturally by his akhlaq (manner, attitude, etc). Someone who don’t need a long time to know me so well for reassuring his preference and will leave me when get to know my infamies. Or someone who doesn’t take a back step to be a party in my life due to vary different things in us. May Allah always gives us His loves by delivering someone has a same goal with us.

Holiday Review: Indian Village, Ngancar, Kediri

Standard

Hallo readers, karena saya sekarang sedang ada kepentingan di Pare dan memiliki sedikit waktu setiap weekend untuk jalan-jalan, saya hendak mereview salah satu tempat wisata yang sedang hits di sekitar sini, Indian Village.

Indian village berada di sekitar kaki gunung kelud, sebenarnya di sekitar sini banyak tempat wisata lainnya, namun saya memilih 1 tempat saja karena saat itu waktunya sudah sangat sore. Tempatnya cukup ramai dengan usia pengunjung yang beragam dari mulai anak-anak, remaja, dewasa, hingga paruh baya. Tapi kebanyakan pengunjung saat itu adalah keluarga. Saya menempuh perjalanan ke sana menggunakan sepeda motor, sejauh ini rutenya mudah untuk diakses.

Untuk memasuki tempat wisata ini, kita harus membeli tiket dengan harga yang cukup terjangkau yaitu 5 ribu rupiah saja. Tempatnya terbilang kecil untuk ukuran tempat wisata dengan berbagai fasilitas seperti kolam renang dan penyewaan topi indian. Selain itu terdapat berbagai rumah indian yang fungsinya hanya untuk foto, lalu kebun mawar yang masih develoving, dan sebuah rumah kayu di bagian yang lebih tinggi. Unfortunately, untuk harga tiket swimming poolnya saya lupa, namun untuk harga sewa topi indian terdapat 2 harga tergantung pada jenisnya, untuk topi indian yang pendek hanya sepundak-setengah punggung, biaya sewanya hanya 5 ribu rupiah, namun untuk topi indian yang panjang menjuntai, biaya sewanya 15 ribu rupiah. Nah yang saya pakai itu yang pendek. 

Mungkin sedikit kecewa saat ke tempat ini karena tidak terdapat foodcourt yang memadai, hanya ada kantin yang kurang bersih tapi untuk harga memang terbilang murah, sangat murah bahkan untuk ukuran di tempat wisata. Di kantinnya hanya ada 2 tempat charger tapi itu smoking area :” mau makan pun gak nyaman karena semacem diserang asap dari berbagai arah. Kantinnya tutup jam 5, tapi jam 4 sore dia sudah tidak mau menerima pesanan, sekalipun hanya air mineral, huaa kebayang seret banget tenggorokan saya saat itu. 

Well kiranya itu saja yang bisa saya ulas berdasarkan pengalaman pribadi. Kalau saya boleh ngasih rating, saya kasih 2 dari 5. Semangat untuk lebih mengembangkan tempat wisatanya lagi ya, Indian Village 🙂