PRODUCT REVIEW: LITTLE SOFTIE, TOP TO TOE WASH, MOTHERCARE

Standard

Selamat pagi readers, hari ini saya mau review produk ini nih hihi.

Bagi saya yang suka ribet kalo pergi-pergi, produk ini setidaknya bisa mengurangi keribetan tersebut :”

Apalagi kalo nanti udah ada anak, makin ribet bawaannya kan kalo pergi-pergi. Cukup bawa 1 botol ini, bisa banget dipake buat keramas, mandi, cuci muka, bahkan membersihkan daerah intim.

Dulu saya gamau pake produk bayi karena memang beda kan kebutuhan kulit bayi dan orang dewasa, tapi karena di keterangan packagingnya produk ini bisa buat mummy too yang artinya cocok untuk kulit orang dewasa juga, jadi mulai jatuh hati lah pada produk mothercare ini. Awal nyoba itu pake yang bubble bath, itu khusus badan, ehh taunya enakkk bikin kulit lembut bangettt setelah penggunaan sekitar 1 minggu. Nah kalo produk ini lain, menurut saya tidak terlalu memberikan efek selembut produk bubble bathnya, tapi ya tetep lembut, dan alhamdulillah pemakaian beberapa hari saja itu berpengaruh signifikan untuk saya yg beberapa bulan ini mengalami keputihan patologis, bukan keputihan fisiologis yaaa. Awalnya pake produk al**t*l, eh tau tau produk itu ditarik dari pasaran karena ternyata bahaya dan gak lolos BPOM, uang kadang bisa melegalkan produk berbahaya ya. Pakai itu, malah makin parah, makin banyak. Itu rasanya gak nyaman banget, dan pas pake produk ini dari awal pemakaian, seperti ada dampak signifikan, jumlahnya berkurang, dan voilaaa sekarang sudah sembuh, alhamdulillah yaa. Saya pernah baca soalnya untuk membersihkan organ kewanitaan itu tidak dianjurkan menggunakan cairan sirih seperti itu, karena pH nya tinggi, sedangkan sabun bayi ini tertulis keterangan pH balanced sebagai berikut ini.

Selain itu, produk ini juga Paraben free, apa itu paraben? Paraben adalah senyawa kimia yang dapat memicu…

Memicu apa hayoo, baca sendiri ya tentang paraben biar lebih paham, ga akan saya terangin di sini hehe

Produk ini produksi mana sih? Mothercare as we know produknya inggris ya..

Di packaging ada tulisan 12M artinya produk ini masih boleh digunakan selama 12 bulan mulai dari pertama kemasannya dibuka.

Belinya di mana? Di mothercare atau di toko-toko peralatan bayi di kota ada. Di online juga ada. Tapi suka agak ngeri aja kalau di online itu suka banyak replika :”

Harganya? Actually harga aslinya kalau di Inggris cuma £2 :” bahkan lagi ada promo sampai 30 Juni 2018, beli 2 hanya £2.5 , di negara-negara eropa lain juga ada, sekitar lebih dari €2 per botolnya. Tapi untuk harga di Indonesia, dijual kisaran di atas Rp80 ribu sampai lebih dari Rp100 ribu untuk ukuran 16.9 fl oz atau nett 500mL ini. Semoga infonya bermanfaat ya buibu.

Advertisements

MENTAL DITOLAK

Standard

Hallo readers, lama gak nulis ya ampe penuh sarng laba-laba nih. Oke kali ini saya hendak membahas tentang “mental ditolak” based on experience ya :”

Tau gak sih, Man, Bro, menikah itu bukan bercandaan, iya gak? Pengennya sekali seumur hidup, pengabdian pada suami dan anak-anak untuk mencari ridho Allah. Ke sananya tuh lebih kompleks dari pada “gue mau sama elu, lu mau ya sama gue”. Ga semudah kucing kawin. Setiap orang memiliki kriteria pasangan dan visi pernikahan yang berbeda satu sama lainnya, yee ga? Makanya pasti banyak terjadi “seleksi” pada prosesnya saking variatifnya manusia, proses tersebut terjadi sampai menemukan yang sesuai, seperti enzim dan substrat yang “lock and key” agar katalisator kehidupan dapat berfungsi optimal.

Dari beberapa pengalaman dengan pria yg memiliki niatan baik pada saya, banyak hal-hal yang dirasa kurang pantas saat mendapat penolakan. Dari mulai marah-marah, judging berlebih kemana-mana, bahkan semacem mau bunuh saya mau ditabrakin motor hahaha untung masih idup dah, dan banyak hal lain yang membuat saya malah makin illfeel dengan respon tersebut. Padahal saya berusaha melakukan penolakkan lewat perantara, seperti bapak saya, atau sahabat saya, karena apa? Karena saya tidak pandai merangkai kalimat padu, dan saya pandai menyakiti hati dengan kalimat buatan saya, karena tanpa filter dan tanpa konotasi. Saya terlalu lugas, makanya saya tidak berani melakukan penolakan langsung, kecuali kalau sudah terlalu maksa yang annoying. Pedes nih mulut.

Akang-akang, dengan bersikp seperti itu, sesungguhnya itu menunjukkan diri bahwa belum ada kesiapan sebagai pemimpin yang baik. Bukan “kata orang” yang mengatakan hal tersebut, tapi anda sendiri yang menunjukkannya. Menurut saya adalah hal yang wajar dalam sebuah relasi itu terjadi seleksi sebelum akan memutuskan untuk resepsi dan kemudian reproduksi untuk melanjutkan generasi.

Kalau penolakkan kecil seperti ini saja tidak ridho, bagaimana menghadapi penolakkan-penolakkan lainnya dalam hidup yg lebih pelik? Padahal “ikan di lautan” kan masih banyak ya. Dan bagi wanita, memilih suami itu perlu selektif karena ia sedang memilih imam untuk sisa hidupnya di dunia dan itu dampaknya panjaaaaang sampai akhirat :”

Sok, muluk-muluk, banyak maunya, bukannya gitu sih. Cuma emang ga cocok aja, daripada dipaksakan, nikah terus cerai, sayang biaya catering, gedung, dll kan heu heu. Padahal itu bisa buat modal usaha loh *otak bisnis maapin

Yakin aja, sesungguhnya Allah akan memberi sesuai yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan. Kalo ditanya lagi, coba itu ngotot maksa orang supaya mau sama kamu, itu motivasinya opo toh? Ndak usah dijawab, itu mah cuma nurani yg bisa jawab *anak mana tuh si Nurani 😅

Udah deh gitu aza ya readers. Berbobot gak sih ini postingannya haha, ya semoga manfaat deh.

Blessing Castle, Kediri

Standard

Hallo readers, hari ini saya mau ulas sedikit mengenai salah satu cafe di Kediri yang arsitektur dan interiornya unik.

Namanya Blessing Castle, sahabat blogger. Kenapa dinamakan Castle? Karena memang bentuk bangunannya yang menyerupai kastilnya Rapunzel. Ini dia fotonya

Cafe ini terdiri atas 2 lantai dengan tema pastel color untuk interiornya, dan di lantai bawah itu bener-bener full pink, dan pinknya enak buat dilihat, soft banget.

Nah untuk lantai 2, di bagian dalam warnanya masih pastel, tapi di bagian luar lebih di dominasi warna-warna yang terkesan netral

Untuk makanan, jenis makanan ringan hingga porsi sedang, menurutku manu makannya didominasi appetizer dan desert seperti cafe pada umumnya. Dan dari segi presentasi makanan atau plating, nothing special to take a photo, so, saya tidak memiliki satupun foto makanannya karena memang tidak photoable 😂. And overall, cafe ini lumayan cozy, makanannya juga cukup dari segi rasa, tapi ga bikin nagih 😅

So, kalo saya kasih score, nilainya 3 dari 5 ☺ Semoga bermanfaat

DIVINE DECREE

Standard

It is my first time to write a post in English actually. So, I am looking forward to conceive to you about my incorrectness in this type ^_^

Well, I highly agree with a qoutes from an Indonesian movie entitled, “Ketika Cinta Bertasbih” that said, “Cinta adalah sesuatu yang ketika ia datang padaku, maka aku jadi malu pada keteranganku sendiri”. Right! Extremely right! When we are not falling in love, it’s easy to us for difference about what should we do and what shouldn’t we do. But when it happens to us, it could drive our mind uncontrol.

Personally, placed my own feeling is not an easy thing. Reminding that, “women has 9 passions and 1 reason”, it’s mean that we ask our heart for being an adviser to take any decision or cunclusion. Well, it’s no wonder for us, isn’t it?
So, I probably have a life almost 23 years, but I feel still learning for that just a little bit. Recently, I acquire many things for couple months ago, particulary about managing a feeling. In this age, I shall moderate my feeling right. This’s with respect to my future obligation. 

I consider that the deepest feeling is about getting Allah’s love. 

Love is a divine decree to close ourselves to Allah and marriage is the only holy way to get there. 

And How’s about the interpretation of marriage?

What should we prioritized? Should we marry someone we loved so bad? Should we marry with someone who loves us? Should we marry with someone we feel comfort and know you so well from your goods and bads? Should we marry with a “sekufu” someone by their wealth? face? beauty? or religion?

I think not at all. I learnt that I would like to marry with someone that has a deep adherence to our God and religion. Not only about a religion, but also the essential thing, “adherence”. And an adherence will be showed naturally by his akhlaq (manner, attitude, etc). Someone who don’t need a long time to know me so well for reassuring his preference and will leave me when get to know my infamies. Or someone who doesn’t take a back step to be a party in my life due to vary different things in us. May Allah always gives us His loves by delivering someone has a same goal with us.

Holiday Review: Indian Village, Ngancar, Kediri

Standard

Hallo readers, karena saya sekarang sedang ada kepentingan di Pare dan memiliki sedikit waktu setiap weekend untuk jalan-jalan, saya hendak mereview salah satu tempat wisata yang sedang hits di sekitar sini, Indian Village.

Indian village berada di sekitar kaki gunung kelud, sebenarnya di sekitar sini banyak tempat wisata lainnya, namun saya memilih 1 tempat saja karena saat itu waktunya sudah sangat sore. Tempatnya cukup ramai dengan usia pengunjung yang beragam dari mulai anak-anak, remaja, dewasa, hingga paruh baya. Tapi kebanyakan pengunjung saat itu adalah keluarga. Saya menempuh perjalanan ke sana menggunakan sepeda motor, sejauh ini rutenya mudah untuk diakses.

Untuk memasuki tempat wisata ini, kita harus membeli tiket dengan harga yang cukup terjangkau yaitu 5 ribu rupiah saja. Tempatnya terbilang kecil untuk ukuran tempat wisata dengan berbagai fasilitas seperti kolam renang dan penyewaan topi indian. Selain itu terdapat berbagai rumah indian yang fungsinya hanya untuk foto, lalu kebun mawar yang masih develoving, dan sebuah rumah kayu di bagian yang lebih tinggi. Unfortunately, untuk harga tiket swimming poolnya saya lupa, namun untuk harga sewa topi indian terdapat 2 harga tergantung pada jenisnya, untuk topi indian yang pendek hanya sepundak-setengah punggung, biaya sewanya hanya 5 ribu rupiah, namun untuk topi indian yang panjang menjuntai, biaya sewanya 15 ribu rupiah. Nah yang saya pakai itu yang pendek. 

Mungkin sedikit kecewa saat ke tempat ini karena tidak terdapat foodcourt yang memadai, hanya ada kantin yang kurang bersih tapi untuk harga memang terbilang murah, sangat murah bahkan untuk ukuran di tempat wisata. Di kantinnya hanya ada 2 tempat charger tapi itu smoking area :” mau makan pun gak nyaman karena semacem diserang asap dari berbagai arah. Kantinnya tutup jam 5, tapi jam 4 sore dia sudah tidak mau menerima pesanan, sekalipun hanya air mineral, huaa kebayang seret banget tenggorokan saya saat itu. 

Well kiranya itu saja yang bisa saya ulas berdasarkan pengalaman pribadi. Kalau saya boleh ngasih rating, saya kasih 2 dari 5. Semangat untuk lebih mengembangkan tempat wisatanya lagi ya, Indian Village 🙂

TETUA WALI SONGO (DUO MAULANA)

Standard

Kembali dengan #didongenginisma setelah sekian lama ga ngepos tarikh.

Kali ini Isma mau bahas 2 tokoh mas-mas (pada masanya). Mas-mas yang merupakan keturunan ke-22 dari Nabi Muhammad SAW atau keturunan ke-11 dari Husain bin Ali, cucu Rasulullah SAW, yang bernama Maulana Malik Ibrahim dan Maulana Ishaq, dua putra dari Syekh Jumadil Qubro ini bukan keturunan Jawa pastinya, masih bule original yang wajahnya masih original dari Samarkand, Uzbekistan beda dengan wali setelahnya yang udah blasteran Jawa.

Kakak beradik ini semacem membawa 2 ajaran Islam wali songo, Islam putihan dan Islam abangan. Syekh Malik Ibrahim membawa gagasan Islam abangan, yang masih mentoleransi adat istiadat atau budaya selama itu tidak melenceng dari syariat seperti perbuatan syirik. Syekh Malik ini dikenal supel pada semua kalangan, terlebih waisya dan sudra yang dinilai rendah. Beliau sangat terkenal dengan akhlaknya yang supeeer baik, ramah tamah, lemah lembut, baik hati, dan pandai menjelaskan segala hal secara simpel, ndak njelimet. Beliau ahli pertanian dan tanaman obat, orang yang mengajarkan sistem irigasi dari air pegunungan ke sawah-sawah hingga pertanian di Gresik mengalami kemajuan pesat. Petani, ahli tanaman herbal, lemah lembut nan baik hati, cerdas, dan mukannya bule. Mas-mas idaman banget ga siiihhh 😍 

Pendekatan Malik Ibrahim lewat pertanian untuk mengingkatkan taraf hidup merupakan salah satu strategi awal beliau dalam berdakwah. Menurut beliau, “bagaimana mungkin umat bisa beribadah dengan tenang jika sehari-hari disibukkan dengan urusan sesuap nasi yang masih sulit?”. Strategi yang bagus, secara beliau kan merupakan pionir para wali dengan kondisi masyarakat yang bener-bener dominasinya Hindu, Budha, aliran sesat, bahkan Atheis, salah-salah langkah, malah dijauhi masyarakat kan. So, beliau menerapkan ajaran dari Surat An-Nahl ayat 125 (Open your Qur’an 😀) dan menerapkan pesan Nabi bahwa dalam siar agama, umat jangan dipersulit, harus dibuat gembira, dan tidak ditakut-takuti. Beliau benar-benar hidup bermasyarakat dengan semua kalangan dan agama, bahkan FYI, beliau merupakan penggagas bahkan pendiri pesantren pertama di nusantara. Ide pembuatan pesantren terilhami dari kebiasaan masyarakat Hindu yang mendirikan mandala yaitu tempat para biksu dan pendeta brahmana untuk mendidik cantrik dan calon pemimpin agama mereka.

Berbeda dengan Maulana Malik Ibrahim yang sejak awal langsung berdakwah dan hidup bermasyarakat dan berbaur dengan budaya Jawa. Maulana Ishaq, adiknya, berpaham Islam putihan yaitu agama harus disampaikan dengan semurni-murninya, beliau lebih berhati-hati dan takut kalau-kalau malah terjadi bid’ah. Sesuai dengan hadits Al’ulama u’ warisatul anbiya” bahwa ulama merupakan warisan dari para Nabi, sama tapi tak serupa, jika para Nabi diberikan keajaiban oleh Allah berupa mukjizat, para ulama waliullah diberi keajaiban yang disebut karomah tapi karena para wali siarnya di Indonesia, maka karena karomah yang mereka miliki, maka disebutlah “orang sakti”. Maulana Ishaq berbeda dengan Malik Ibrahim, beliau lebih memilih beribadah dan senantiasa berdzikir di dalam gua. Badan dan pakaian beliau memancarkan cahaya sehingga gua senantiasa terang benderang. Awal mula siar Islam beliau dimulai ketika seorang Patih bernama Bajul Sengara mendapat arahan untuk menemui beliau untuk keperluan menyembuhkan seorang putri raja yang sudah lama tidak sembuh dari penyakitnya serta membersihkan wabah penyakit dari wilayah kerajaan tersebut. Sama halnya seperti kakaknya, beliau juga ahli dibidang pengobatan. Karena sang raja telah membuat sebuat sayembara sebelumnya bahwa barang siapa yang dapat menyembuhkan penyakit putrinya dan menghilangkan wabah penyakit dari wilayah kerajaannya, maka ia akan dijodohkan dengan puteri semata wayangnya tersebut yaitu Dewi Sekardadu dan diberikan setengah wilayah kekuasaannya. Akhirnya mereka menikah, but baru acara hajatan aja, ini mantu sama mertua udah slek aja. Pasalnya, catheringnya dong, daging babi hutan, kera, ular, dan harimau. Oow, panik banget kan itu Maulana Ishaq, “ebuset ini hidangannya” mungkin dalem hatinya begitu kali yak. Akhirnya, beliau berdoa kepada Allah, “Ya Allah beri hamba petunjuk, kalo ga makan, ga enak sama mertua, kalo makan, itu haram semua Yaa Allah”, akhirnya tiba-tiba semua hidangan kembali menjadi hewan asalnya dong, pesta jadi awut-awutan, raja malu banget dan menuduh Maulana Ishaq sengaja melakukan sihir untuk mempermalukannya

Semenjak kejadian itu, Raja jadi kurang welcome sama menantunya itu, belum lagi tuh, si Patih Bajul Sengara itu, karena doi ada rasa sama tuan putri, eh taunya tuan putri dijodohkan dengan Maulana Ishaq, maka si Patih menghasut raja sampai akhirnya Maulana Ishaq dengan berat hati harus meninggalkan kerajaan, ya daripada ribut ama mertua, dan pergi ke Pasai dalam kondisi isterinya yang sedang hamil 7 bulan lalu berpesan jika anak yang lahir itu laki-laki, maka berilah nama, “Raden Paku” yang kemudian menjadi salah satu walisongo yaitu Sunan Giri. 

Dua bulan setelah kepergian Maulana Ishaq, sang puteri melahirkan seorang anak yang kalo kata peribahasa mah, buah jatoh ama pohon-pohonnya. Anak yang lahir itu bercahaya tubuhnya, sama kayak bapaknya (jadi keingetan webtoon Terlalu Tampan pas mas kulin lahir 😅), ganteng, montok, ya wajah-wajah keturunan pertama blasteran Jawa x Uzbekistan lah ya, kebayang lucunya. 

Raja pun senang, semua kerajaan menyukai bayi lucu itu, tapi di umur ke 40 hari, sang Patih yang masih ada rasa dengan tuan putri, kembali menghasut raja, hingga raja terhasut dan mengahutkan cucunya sendiri ke samudra hingga ditemukan di selat bali oleh kelompok pedagang Abu Hurairah.

Lanjutannya baca sendiri ya di google banyak kok hoho 😉

Unconsistant

Standard

“Katanya kamu ini, tapi itu…” 

Hmm, mungkin bagi sebagian orang kalimat ini biasa saja. Tapi, bagi seorang overthinker sepertiku, kalimatmu cukup lama menjadi tajuk di kepalaku. 

“Aku tak bermaksud seperti itu, aku hanya… ah maafkan aku”

Aku memang payah, selalu mengandalkan kata “maaf” untuk menutupi hal yang tak pandai ku deskripsikan. Lagipula merangkai kata pun mungkin juga takkan bermakna, karena aku sendiri juga tak lihai menerjemahkan. Bagiku, hanya nurani yang bisa merasakan tanpa perlu penjelasan.

Aku hanya berhati-hati dengan langkahku sendiri. Sepertinya kini aku lebih memilih untuk mengamati setiap takdir yang akan terjadi. Ketakutan untuk kehilangan bagiku lebih menghantui dibandingkan ketakutan untuk memilih berdiam sendiri dalam pengamatan ini. Toh kelak, aku akan mengetahui apa hasil di akhir perjalanan itu. Aku tak ingin lagi menggantungkan harapan, bahkan pada bintang-bintang sekalipun. Aku takut membuka mata untuk melihat bahkan untuk hal yang terlihat baik-baik saja, karena aku pernah tau rasanya ketika hal tersebut hilang begitu saja.

Rinduku masih milikmu, tak ku pungkiri, namun harus ku lenyapkan, atau setidaknya ku sembunyikan agar terlihat lenyap. 

Kamu meminta untuk sebuah pengabaran, sebenarnya mulanya kubuat itu untuk kabut yang akan membantuku melenyap perlahan untuk selamanya. Tapi mungkin kini lain, aku seperti terjebak dalam aturanku sendiri, aku seperti dimainkan oleh sisi lain dari diriku. Kini aku yang terlalu takut untuk memberimu kabar kelak, karena aku seolah menunggu sesuatu di penghujung pengabaran. Aku mengharapkan ada sesuatu di sana, walaupun sudah sebisa mungkin diriku mendoktrin bahwa di sana tak ada apa-apa.

Membebaskan Tawanan

Standard

Hari ini aku amat senang meceritakan kisahnya padamu teman. Kala itu aku mulai ragu padamu, seperti ada sesuatu hal yang kau sembunyikan. Tampak samar, namun aku cukup jeli melihat setitik binar yang sesekali tertangkap oleh sudut mataku. Apakah dirimu pun merindukan senyumnya? Ketahuilah bahwa aku pun sama, namun aku pula menginginkan kau mendapatkan yang baik, dan ia adalah seseorang yang baik seperti katamu. Aku tak ingin berkuasa apalagi menjadi penguasa, karena aku hanya Keenar, temanmu. Dan ini hanya tentang sepenggal cerita dalam perjalanan. Jadi, apa ini cukup untuk membebaskanmu?

Review Perjalanan Singkat ke Rumah Pohon Pabangbon, Leuwiliang

Standard

Halo para pembaca, semoga tulisan saya bermanfaat bagi kalian semua yang hendak mencari referensi liburan ya 🙂

Kali ini saya hendak menulis mengenai perjalan dari kampus IPB Dramaga ke Pabangbon di Leuwiliang.

Kemarin kami berempat (3 orang perempuan dan 1 orang laki-laki), berkumpul di BNI Dramaga untuk meeting pointnya (as usual). Kami berempat menempuh perjalanan ke Pabangbon menggunakan mobil sekitar pukul 07.30 WIB dari Dramaga dan tiba di sana sekitar pukul 08.30 WIB. Jalan menuju ke sana cukup sempit dan kemiringannya cukup tajam, so kalo kalian ga lancar-lancar amat berkemudi, mending jangan nekat bawa kendaraan sendiri yaaa… Preventif aja demi keselamatan jangan sampai mau wisata malah berujung petaka.

Kemudian, Di sana sudah tersedia beberapa spot lahan parkir mobil dan motor dengan beberapa kedai kecil yang tersedia di pinggir jalan seperti tempat wisata konvensional pada umumnya. Es kelapa, bakso, gorengan, makanan-makanan ringan, juga souvenir miniatur ada di sana.

Terdapat 2 bukit di sana, di sebelah kiri dan kanan jalan utama. Untuk masuk ke tiap bukit, kita harus membeli tiket seharga Rp10 000,- 

Bukit sebelah kiri (arah datang), lebih rendah dibandingkan bukit sebelah kanan, sehingga lebih banyak wisatawan yang memilih bukit tersebut. Di bukit sebelah kiri terdapat beberapa spot foto seperti beberapa rumah pohon biasa, rumah pohon dengan alas berbentuk hati, rumah pohon berbentuk kapal, rumah pohon berbentuk api dari bambu, flying fox anak-anak, dan ayunan gantung serta tak ketinggalan hammock.

Untuk berfoto di setiap rumah pohon (tanpa ada batasan waktu), wisatawan harus membayar kembali biaya naik rumah pohon seharga Rp5 000,- / orang dan khusus untuk ayunan gantung harganya Rp10 000,- / orang serta disediakan jasa foto oleh fotografer pihak pengelola seharga Rp10 000,- / orang / 5 foto.

Anyway, pengelolaannya tempat wisatanya terbilang cukup baik, terdapat banyak tempat sampah di sana. So, you guys, jangan sampai buang sampah sembarangan yaa, kita rawat apa yang bisa kita nikmati bersama ini 🙂

Kemudian, untuk bukit sebelah kanan, seperti di bukit sebelah kiri, kita akan dikenakan tiket seharga Rp10 000,- juga. Pada bukit kanan ini, jalannya memang cukup tinggi dan cukup menguras keringat bagi anak-anak perempuan. Di bukit ini, terdapat kereta gantung, flying fox dewasa, hammock, dan beberapa spot foto rumah pohon yang terdiri atas canopy trees, tangan raksasa, bunga matahari, sarang burung, frame berbentuk hati, dan rumah pohon biasa. Harga tiket masuk naik rumah pohonnya sama dengan harga di bukit sebelah kiri yaitu Rp5 000,- / orang.marin kami berempat menghabiskan Rp240 000,- / 4 orang, @Rp60 000,- dengn justifikasi penggunaan dana untuk tiket, berfoto, menggunakan jasa foto, sewa kamera, dan membeli es kelapa, namun tidak termasuk biaya transportasi ke sana ya hehe. Dan kami memberikan rate 3 dari 5 untuk tempat wisata ini. Bagaimana, apakah kalian tertarik juga? Yuk luangkan waktu untuk jalan-jalan sejenak dan melupakan kerjaan yang tiada ujungnya, melihat hal-hal kauniyah yang semoga membuat kita semakin bersyukur. Terima kasih telah membaca, semoga bermanfaat.

TIPS MENGGUNAKAN SOFTLENSE

Standard

Hallo readers, mau nulis lagi nih. I do like to share to others. Well kali ini saya mau berbagi mengenai tips menggunakan soft lense ala ismafirliani ya. Say tipikal orang yang sangat takutan sebenernya. Saya baru 2 tahunan kali ya pake soft lense. Cuma sudah banyak mengalami asam manis menggunakan softlense, sometimes being beauty is so pain. Oke well, berikut ini beberap tips dari saya.

1. Persiapkan Mental

Oke, hal pertama sebelum menggunakan softlense tentunya menyiapkan mental ya.. saya butuh 2 tahun untuk menyiapkan diri ini menggunakan softlense, btw mata saya yang kanan miop -0.75 dan yang kiri -0.50 

Kalo kamu ga berani ya gausah. Memasukan suatu benda asing ke salah satu organ semi dalam seperti mata cukup berisiko memang ya. Jadi kamu memang mesti tau dulu konsekuensi dan risiko terbesarnya apa. Pokoknya perbanyak referensi membaca dan bertanya untuk menguatkan mental kamu.
2. Memilih softlense

Nah, ini penting juga untuk pengguna softlense pemula. Saya rekomendasikan untuk memilih produk lokal saja dulu yang bisa kalian beli di optik. Saya ga rekomendasikan kalo pertama kali beli, langsung beli produk impor via online. Walaupun dari yang say rasakan, produk impor lebih nyaman dipakai dan lebih lucu-lucu da elegan warna dan motifnya. Dan untuk ukuran pakai aja ukuran normal. Normalnya sih diameter 14 mm, cuma aku biasanya pakai yang diameer 14.5 mm atau 15 mm. 

O iya, btw aku juga ga rekomendasikan untuk pemula yang langsung nyoba pakai softlense nobulk yang putih hampir bening. Karena aku sih beberapa kali pakai masih kadang tebalik, dan secara fisik, softlense nobulk tipis bangettt, nempel lengket banget di mata, enak sih dipakai, kayak ga pakai softlense. Kalo wudhu juga di tetep stay on your cornea. Cuma.. saking nyamannya, kalo kamu kelamaan make pasti lupa netesin cairan ke bola mata kamu. Aku pernah Januari lalu pake nobulk berjam-jam dan ga bawa cairan, pas ashar mau sholat dan mau nyopot, waw gabisaaaa, biasanya kalo yang biasa aku wudhu aja, kelopak mata kena air, softlense langsung bergeser, ini enggaaaaaaa. Saking tipisnya udh kayak nempel menyatu kayak iris mata asli. Nah kalau kayak gini, plis jangan panik. Saat itu aku lanjut sholat Ashar dulu, tapi sebelumnya aku bilang dulu ke temen, kalo sesampainya di Bogor, anter aku ke rumah sakit, aku udah memperhitungkan risiko terbesar, mungkin aku harus operasi kecil. So, jadi pelajaran banget buat aku, kalo aku pake nobulk ga berani kalo makenya ampe 5 jam. 2 sampai 3 jam itu udah cukup hehe.
3. Menjaga kebersihan diri (higienitas) dan kebersihan lingkungan (sanitasi)

Waw, ini nih, aku pernah mengalami iris mata jadi bernanah, dari warna hitam jadi kuning hampir 1/3 bagian, aduh panik sih awalnya, vitrous humour pun dari putih berubah jadi merah dan urat-uratnya jadi ungu tegang. Gara-gara aku ngelanggar cara menggunakan softlense dengan aman yang hanya 5-6 jam sehari. Saat itu aku pakai sampai 16 jam selama 2 hari berturut-turut dan aku ngetrack pake motor ke Bandung Barat. Bandel emang. Akhirnya bilang ke orang tua, tips dari aku, kita tetep tenang pas ngadu, akhirnya berobat, dikasih obat tetes 2-3 hari mata sembuh, cuma selama itu belekan bangettt setiap bangun pagi. Jadi jangan lupa ya selain jangan kelamaan pakai, cuci tangan paki sabun sebelum menggunakan, lalu bilas lagi telapak tangan menggunakan cairan untuk softlense, lalu selalu berikan obat tetes anti bakteri setelah menggunakan softlense. Intinya jangan pelit air softlense, soalnya kalo udah matanya kenapa-napa, biaya yang dikeluarkan akn lebih besar.
4. Memasang softlense

Nah, sebelum memasang softlense jangan lupa dulu lihat bagian mana yang harus menempel ke mata dan bagian mana yang akan bersentuhan dengan udara. Kalau kebalik rasanya akan ga enak banget, dan softlense pun tidak akan bisa diam menempel pada kornea, akan bergeser-geser di mata. Sekali lagi, jangan panik! Teteskan cairan softlense beberapa tetes ke bola mata, lalu buka perlahan, biasanya agak sulit, nanti akan saya bahas cara untuk membuka softlense di point berikutnya. Pokoknya sebelum memasang softlense, saya selalu membilas lensa dengan cairan khususnya terutama pada bagian yang akan bersentuhan dengan mata.


5. Membuka softlense

Banyak sekali kasus softlense robek atau bahkan kornea mat yang robek gara-gara kasar saat melepas softlense. Tips membuka softlense dari Isma adalah:

– Cuci tangan dengan sabun

– Beri mata 3-4 tetes cairan softlense agar kornea tidak kering

– Tutup mata dan lakukan gerakan memutar perlahan pada kelopak (gerakan ini bertujuan melonggarkan lensa dari kornea)

– Bilas telapak tangan dan jari menggunakan softlense

– Arahkan bola mata agar melihat ke bawah

– Lepas soflense dengan cara agak menariknya ke bawah, jangan langsung ke depan.

– Beri mata obat tetes anti bakteri
6. Menyimpan softlense

Untuk menyimpan, hal ini juga cukup krusial. Jangan sampai tertukar antara kiri dan kanan. Karena dikhawatirkan akan tercampur jika salah satu terinfeksi kuman. Selain itu, jika seperti saya yang minusnya berbeda, jika salah-salah meletakan yang ada malah rusak nanti fokus mata kita kan. Saat menyimpan juga jangan lupa untuk selly mengganti cairannya, bagusnya sih setiap hari ya, meskipun tidak sedang akan kita gunakan. 

Oke, mungkin cuma segini sih tulisan yang bisa saya sampaikan berdasrkan pengalaman pribadi, semoga bisa bermanfaat ya dear 😉